Alfarini eridani,bini muda Aa Gym

Selamat buat Aa Gym, pilihannya boleh juga boss....MIMITMAMAT! cuma berharap jangan sampai rumahtangganya bubrah semua......



emang cakep....!


a hizbul wathan outfit....!


B E A U T I F U L....!


gua juga mau....
Comments
37 Comments

37 comments:

  1. dari joule neh

    wah si aak gak syik tuh
    istri satu aja cukup tuh ak..
    mana anak aa' msh kcil2..
    wah aa' payah tuh

    ReplyDelete
  2. Teh Ninih kasihin gue aja. lumayan buat diemut-emut........

    ReplyDelete
  3. alfarini yang katanya suka suntik wajah di salah satu klinik di bandung itu bener2 orang yang ga tahu malu...apalagi pernikahan dengn gym adalah yang ketiga kali....mbok.. kalo mo nikah lagi tuh dgn orang yang single donk.... BUKAN nikah dengan orang yang sudah punya istri dan banyak anak. Harusnya alfarini itu bisa bersikap tegas nolak, apalagi dia tahu gym punya istria dan 7 anak... meskipun agym bener-bener ngebet pengen kawin dgn alfarini, kalo alfarini nolak, pasti pernikahan gak akan terjadi. juga ga kan terjadi keadaan spt sekarang dimana ibu2 dan masyarakat lainnyua pada kecewa ngeliat kelakuan gym.....yang trenayta omongan dan perbuatan ga bersesuaian....

    ReplyDelete
  4. Apa bedanya Alfarini sama Maria Eva?
    sama-sama pelacur dan penikmat suami orang. seoramg ulama seorang AGym belum tentu bisa menahan nafsu..

    Apa Bedanya AGym sama Yahya Zaini? endak ada bedanya toh!!

    ReplyDelete
  5. SURAT UNTUK AA GYM*

    Aa Gym, saya tak kaget ketika mendengar gosip anda kawin lagi. Saya
    kecut ketika anda mengakuinya. Saya muak mendengar alasan anda bahwa
    perkawinan kedua itu untuk menghindari zina. Daripada teman tapi mesum,
    katamu. Astaga. Sudah sebegitu mesumkah anda jika berteman dengan
    perempuan?

    Beristri lebih dari satu tentu tidak dilarang, seperti kau sebut-sebut
    kepada banyak wartawan. Agama Islam membolehkan dengan syarat yang
    ketat. Anda tentu merasa bisa memenuhi syarat itu sehingga memutuskan
    berpoligami, tiga bulan lalu. Tapi guru-guru ngaji saya di dusun, yang
    tentu tak sepopuler anda, menceritakan bukan dengan alasan takut zina
    Rasulullah menikahi perempuan lebih dari dua. Rasulullah menikahi
    perempuan yang suaminya gugur di medan perang dalam menyebarkan ajaran
    Islam. Ia hidup di zaman perang yang mengancam nyawa dan keselamatan.
    Lagipula dia berpoligami setelah Siti Khadijah, istri pertamanya,
    meninggal. Yang saya tahu, begitulah alasan Nabi memperistri banyak
    perempuan. Anda hidup di Indonesia yang mulai damai. Bahkan anda hidup
    di Bandung, sebuah kota yang menjadi tujuan wisata akhir pekan.

    Yang jadi soal adalah bukan dilarang atau tidaknya poligami oleh ajaran
    agama. Tindakan anda legal di mata hukum apapun. Tapi tidak di mata
    "hukum" sosial. Anda seorang ustad yang tiap hari berkotbah tentang
    nilai-nilai moral di televisi, di masjid, menulis di koran, radio,
    bahkan lewat telepon seluler. Anda merangsek begitu jauh ke dalam hidup
    setiap orang. Banyak orang, dengan begitu, menjadikan anda sebagai
    panutan. Inilah soalnya. Anda mungkin cuma manusia biasa yang bisa
    salah. Tentu saja. Anda bukan nabi. Tapi perbuatan anda itu sudah
    dipikirkan benar bahkan sejak lima tahun lalu. Anda tentu sadar
    sepenuhnya melakukan poligami. Ada banyak orang, memang, yang juga tak
    puas dengan satu istri. Tapi mereka tak saya kenal. Mereka tak berkotbah
    tentang nilai-nilai luhur dan amal soleh.

    Dulu, saya pernah juga ikut latah menjadi pelanggan SMS tausyiahmu. Lima
    kali dalam sehari saya membaca omong kosong tentang kebajikan, sampai
    saya menghentikannya ketika profil anda dimuat berseri-seri di media
    massa. Saya berhenti setelah membaca laporan wartawan /Time/ yang
    menyebut anda Holyman, orang suci, yang berpose dengan motor gede dan
    gantole. Ganteng benar anda dengan semua kemewahan itu. Nabi Muhammad,
    orang yang paling anda kagumi dan kisah bajiknya sering kaukutip dalam
    ceramahmu, hanya punya sandal dari jerami yang ia jahit sendiri jika sobek.

    Anda tak salah menikmati semua kerja dengan kekayaan itu. Tapi menjadi
    tak relevan ketika dipamer-pamerkan untuk semua orang. Bukankah
    memamerkan itu satu perbuatan kecil dari riya? Maka saya berhenti
    berlangganan tausyiahmu. Saya merasa tak ada gunanya membaca pesan moral
    dari orang yang suka berpamer-pamer harta. Sesekali saya masih ikut
    menonton kotbahmu di televisi, bersama anak dan istri saya--ketika tak
    punya pilihan acara televisi saat libur--seraya berdoa semoga orang lain
    mengikuti apa yang kau anjurkan. Di televisi, anda berpose mesra dengan
    istri pertama. Saya kian muak dengan sandiwara itu.

    Istri anda mungkin sudah bisa ikhlas setelah mendengar semua argumen
    anda dengan tameng semua ayat dan hadits juga janji sorga. Tapi,
    bagaimana perasaan orang lain yang menjadi korban poligami ayah dan
    suami mereka? Inikah hikmah yang ingin kaudapat? Anda harusnya tahu,
    dengan pro-kontra yang beredar di jamaahmu yang sedih dan kecewa di
    Bandung itu saja, hikmah itu sudah pupus. Anda ingin belajar adil dan
    ikhlas dengan poligami. Tak adakah cara lain belajar tentang dua hal itu
    dan menunjukkannya kepada orang lain? Anda ingin mengubah pandangan
    orang yang tak setuju. Tak bolehkah orang tak setuju? Poligami adalah
    pilihan, bukan tuntunan.

    Keputusan anda berpoligami itu, Aa Gym, makin menyempurnakan runtuhnya
    kepercayaan saya kepada semua pengkotbah agama. Saya kian tak percaya
    apa yang diomongkan para pengkotbah yang merampas hak saya menikmati
    tontonan bagus di televisi. Menjadi ulama itu sulit, tapi kenapa begitu
    mudah orang berkotbah hanya dengan mengutip satu dua ayat plus lawakan
    yang sering terasa garing, lalu menjadi kaya dengan itu. Saya lebih
    senang menonton pertunjukan Oprah Winfrey, atau Extravaganza, atau
    Srimulat. Mereka tak berusaha memberi pesan muluk, tapi saya terhibur.

    Kita sudah jenuh dengan retorika. Anda tampil menambahnya, seolah-olah
    memberi resep dalam hidup sehari-hari yang sumpek. Saya terkesima,
    mula-mula. Kotbahmu mengena. Anda, sepertinya, tak mencari kekayaan
    bermodal pengetahuan ayat dan hadist. Anda sudah kaya sebelum jadi
    ustad, meskipun saya tak tahu berapa rupiah anda dibayar satu kali
    tampil di mimbar.

    Anda benar, tak mudah memang menjalankan 3M yang sering anda
    ulang-ulang: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai
    sekarang juga. Saya pernah mencoba dan tak bisa. Kini anda sendiri gagal
    menjalankannya. Anda tak bisa memulai dari diri sendiri karena anda
    sendiri tak menganjurkan orang lain berpoligami. Anda juga lupa bahwa
    kesenangan duniawi kerap mengerangkeng akal sehat dan menyilapkan
    ingatan terhadap zaman hidup susah, ketika nasib ada di bawah, seperti
    katamu.

    Aa Gym, seperti katamu lagi, memang gampang merumuskan sebuah kebajikan
    tapi berat menjalankannya. Anda bukti paling sempurna untuk itu. Anda
    sering menganjurkan agar jangan menyakiti orang lain, jika tak ingin
    disakiti orang lain. Ketika anda meminta izin menikah lagi, istri anda
    terguncang dan meriang. Anak-anak marah dan kecewa. Perempuan mana sih
    yang mau cinta suaminya terbagi-bagi? Tindakan anda makin mengukuhkan
    kesimpulan para pengkritik Nabi Muhammad yang dituding menyebarkan
    ajaran tak memberi tempat pada perasaan perempuan. Tindakan anda itu
    mengguncang saya sebagai ayah dan suami. Saya khawatir anak saya
    mencerna salah tindakan anda itu.

    O, ya, saya juga dipanggil Aa di rumah. Dua adik saya memanggil begitu,
    istri saya mengikuti. Ketenaran anda ikut mempopulerkan panggilan khas
    di keluarga-keluarga orang Sunda. Saya malu menyandang panggilan itu kini.

    Saya doakan semoga berat badan anda pulih dan tak berjerawat lagi. (*)

    ReplyDelete
  6. teh rini, teh rini, rupanya niat agar mendapatkan pencerahan untuk dapat gandengan baru berhasil ya dengan sok jaim rajin sholat malam, dateng ke daarut tauhid mendengarkan ceramah si Aa', sok jadi pengurus di pesantren, karena akhirnya toh dapet juga nih suami orang, ustad tenar yang kaya raya, modis, fulltech lagi. Ngomong2, anda ini sholat malemnya suka di kamar si aa' sejak belum dinikahin ya? Kok tu ustadz tau anda rajin sholat malem?

    ReplyDelete
  7. Ngomong teruss.. !! berisik !! pake anonymous lagii.. pengecut....

    Yee nyama2in aagym lagi ama ZY... jauh.
    pada iri ya ?? mupeng ?? dengkiii

    huh.. masalah gitu aja ribet, pake ngata2in.

    ReplyDelete
  8. untuk komentator nomor 5.. saran saya.. dengarkan isi ceramah dari sisi kebaikan ceramah itu..tidak perlu menjiplak dari penceramahnya.. yang anda tidak suka, tidak usah diikuti.. BERES kan?

    ReplyDelete
  9. Salut to Aa' Gym!
    Lo emang gentle A,!
    emang lebih baik fear2an daripada sok gak mau ngakuin terus dibelakangnya ngaku kawin sirih terus dicerain deh..."TERLALU!"

    ReplyDelete
  10. Buat yang non muslim, please jgn berkomentar tentang poligami buat yang muslim please jgn menghujat saudaranya yang muslim melakukakan poligami, apalagi terhadap seorang laki-laki sekaliber AA gym. Poligami adalah solusi yang dapat diambil bila kita mengahadapi permasalahan didunia ini dan dapat juga digunakan untuk semakin cintanya kita kepada sang pencipta Allah SWT. Kembalilah kita ke Al-quran, karna itulah pedoman hidup kita orang muslim, bukan undang-undang negara. Jangan berkomentar bila teman-teman belum punya pengetahuannya, karena komentar teman-teman akan dipertanggung jawabkan nantinya kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  11. Aaaahhhh, duka teuing!!!

    ReplyDelete
  12. Saya mewakili Rini ingin bicara....Janganlah kamu semua salahkan saya, saya kan cuma wanita biasa,, janda lagi yang butuh support dan ketenangan serta (kalo bisa) ketenaran, selama ini saya gak tau mau dibawa kemana hidup ini, iya yah, kok Aa tau sholat malem saya bagus, dari mana Aa tau ya A?

    Ih, Aa bisa aja cari alesan, tapi ah, biarlah saya serahkan semua pada Aa, Rini mah nurut wae A...

    Nuhun

    ReplyDelete
  13. uenak tenan !

    ReplyDelete
  14. BETHUULLLLLL...SETUJUUUUUUU

    ReplyDelete
  15. numpang lewaattt......

    cuma mau bilang, selamat ke aa :-)
    saya sih netral2 aja. mau poli apa nggak. kan gak ada pengaruhnya. yang merasa panas ya monggo, gak dilarang, wong ini di cyberworld a place for mind and free speech

    --sok pinter mode: on--->

    ReplyDelete
  16. Manusia yang nga punya diri lo komentarin orng seenak jidat lo.... pikirin aja hidup lo sendiri terserah Aa mau poligami atau punya lebih 1 istri emang lo yang kasi makan tuh istri Aa yang kedua yang menghujat Aa mudah2 masuk neraka yang paling bawah Amin..............

    ReplyDelete
  17. orang kalau nga ngerti poligami jangan asal ngomong doang,setiap perkataan yang benar atau tidak benar akan dipertangung jawabkan di akhirat nanti, maka dari itu simpan komentar kalian semua buat diri sendiri,keluarga,dan orang yang kita sayangi jadi diam itu emas dari ngomong tapi kosong isinya.Buat Aa & keluarga Besar Semoga slalu dilindungi Alloh SWT.Amin.....

    ReplyDelete
  18. Andaikata Yang Maha Diatas, dulu menciptakan pasangan untuk Adam, yaitu Hawa lebih dari satu...mungkin polemik ini ga berkepanjangan...pro dan kontra...
    Tapi kenapa Beilau cuma ciptakan satu Hawa aja yah? Mboh....ra urus...yang penting nafsu duniawi terpenuhi...Oce...Hidup Poligami!

    ReplyDelete
  19. Niat setiap manusia hanya Allah dan manusia itu sendiri yg tau.... kita tidak seharusnya menghakimi AA gym dengan prasangka2 yg kotor. Kita umat islam yg berpegang pada Alquran dan al-hadist sudah seharusnya tau mana yg dianjurkan dan mana yg dilarang, bukan malah menyangkal anjuran, sedangkan yang larangan malah dibiarkan.....itu setidaknya jawaban sederhana bagi umat islam sendiri yg tidak membolehkan poligami... sedangkan untuk non islam kami mohon janganlah menyebarkan fitnah yg berlibihan, kami harap kalian juga menghargai agama kami....sebagaimana kami menghargai agama kalian....
    aku pribadi hanya bisa mendoakan bagi kalian semua yg telah menghina dan mencela AA Gym mendapatkan ampunan dari Allah SWT, dan semoga diberi hidayah untuk mendalami ilmu islam yg lebih dalam....sehingga akan mengerti hukum islam yg sebenarnya..amin
    untuk AA Gym..... terus berjuang dan tegakkan kebenaran di Bumi Nusantara ini!!!

    ReplyDelete
  20. Aaah memang orang indo banyak yang gak tau bahkan gak mau tau ama yang namanya ajaran islam tentang poligami.semuanya pada ngomongin HAM(hak azazi manusia)padahal islam bukan hanya mengajarkan HAM saja tapi ada juga KAM(kewajiban azazi manusia),kewajiban istri untuk taat kepada suami dan batasannya adalah asalkan tidak untuk bermaksiat kepada Allah SWT.apa salah AA gym kalau mau kawin lagi dan istrinya itu gak berhak melarang karena istri harus nurut ama suami dan apakah bener yang ilakukan orang-orang sekarang yang mna istrinya menyuruh suami main perempuan aja daripada kawin lagi.apa mereka gak mikir kalau main perempuan itu banyak bahyanya.sedangkan nikah itu syah manurut agama halal dan diberkahi.hanya orang-orang yang goblok saja yang gak setuju dan menolak ajaran poligami yang diturunkan Allah kepada umat islam melalui Rasulullah SAW.INGAT....kalau mau bicara mikir dulu ya......biar gak ketauan gobloknya........!!!!!!!

    ReplyDelete
  21. memang lelaki itu di mana-mana egois.. ini bukan masalah poligami bener/nggak apakah dilarang/tidak dilarang dalam agama... kenyataannya klo kita mau mikirin perasaan wanita siapa sih yang mau pasangannya itu punya istri kedua? banyak anynimous di sini (yang saya yakin adalah pria) yang sok suci dan berlindung dibalik "anda ga ngerti agama" padahal seandainya istri mereka yg punya suami dua pasti mereka mencak2.. emang ya kita selalu maunya enak sendiri, mo pasangan kita sakit ato nggak ya peduli amat yg penting kan "gw enak".. pria oh pria.. kenapa jg mesti wanita yg tunduk sama pria, pdhl wanita diciptakan untuk melengkapi pria sebagai sederajatnya, bukan sebagai objek kayak pembantu yg mesti nurut apa kata "majikannya".. malangnya nasibmu wanita

    ReplyDelete
  22. sudahlah gak ada gunanya komentarin orang..!!! masalah Agym poligami biar aja selama masih dijalan kebenaran... toh Agym sendiri yang nanggung semua resikonya... coba bayangkan apa dampaknya kalau Agym poligami.? Apa bisa ngurangi rejeki kita..??? husus bagi laki2 gak usah ngurusin orang lain urusin diri sendiri... kalau perempuan kurang tahu deh... hahahahaha..

    ReplyDelete
  23. Poligami memang enak, namun tak enak bagi yang di poligami. Rasul mencontohkan poligami setelah istri pertamanya Siti Khadizah meninggal Dunia. Rasul Berpoligami karena mendapat perintah ALLAH dan Dengan Niat Menolong Wanita Yang Sedang Dalam Kesedihan dan Kesusahan, Rasul Berpoligami Karena ingin mengangkat Derajat seorang wanita dari kehinaan menjadi Tinggi dihadapan ALLAH SWT dan Manusia. Rasul tidak berpoligami dengan seorang janda kaya dengan menduakan cinta istri dan tujuh anaknya. Rasul Tidak Berpoligami dengan Menyisakan Tangis Istri Sebelumnya.Rasul Pernah Menangis Karena Beliau Adalah juga seorang Manusia yang merasakan betapa Hati beliau memiliki cinta yang lebih besar terhadap Aisyah sehingga beliau mersa tidak adil terhadap istri-istri yang lain walaupun beliau merupakan Seorang yang paling adil di dunia. Apakah anda yang ingin berpoligami mampu melakukan hal itu ? Apakah anda mampu berbuat adil terhadap istri-istri anda? apakah anda mampu tidak membuat hati seorang wanita terluka ketika anda membagi cintanya? apakah anda mampu membayar semua pengorbanan istri pertama anda ketika anda masih susah dan sekarang anda memaksa dia untuk menerima kenyataan bahwa anda ingin membagi cinta anda ketika anda telah tenar, terkenal dan kaya raya.

    ReplyDelete
  24. buat anonymous yg terakhir(post dec2007): kayanya si aa ini ga bakal bs deh seprti Rasulullah adilnya. wong baru makan berduaan sama teh ninih di Malaysia aja. dia dah sibuk sms an ma bibi barunya.sampe bikin teh ninih sedih.jelas dunk teh ninih murung pd saat itu.wong lg jatahnya ma teh ninih, n teh ninih pengen bermesra2an berdua sang suami, eh malah si suami pikirannya terbagi ke bini barunya yg lebih hot. pdahal kan saat itu bukan jatah bini ke2.jatahnya teh ninih.masih aja jatahnya teh ninih direbut.gmn hal yg laen ya.br hal kecil aja si aa dah kebingungan mau inget yg mana.Gmn sih a?Apa yakin bs adil n ga nyakitin suaminya. jgn2 malah membuat dirimu lebih berdosa......?

    ReplyDelete
  25. Atuh kumaha deui yeuh....memang geulis jeung bahenol....sayang atuh anu kitu dilewatkeun...

    ReplyDelete
  26. Kasihan deh yang menganggap aa gym itu sempurna. Sekarang ketahuan siapa yang sebenarnya mengikuti ajaran islam atau sekedar ikut-ikutan.... Kasihan yang hatinya telah dibutakan oleh dunia... Emangnya ada yang salah kalo menikah lagi??? Saya bukan penganut poligami, tapi saya adalah penganut islam. Jikalau anda menganggap perbuatan aa Gym itu hina, maka anda juga telah menghina Alquran (INGAT ITU).... Mbok yach dibuka tuh alqurannya, disitu jelas aturannya.... Marilah kita kembali ke alquran.... Lagipula yang dikejar oleh AA gym bukan pendapat kalian yang mencaci maki dia, tetapi hanyalah sekedar ridho dari Alloh

    ReplyDelete
  27. Wow.. Comment dari 5 Des 2006 ampe 25 Feb 2008 masih aja mempersoalken AA GYM, memang benarlah.. senjata terhebat dari syaitan adalah PEREMPUAN.. yang terpenting sudahkah kita meneliti, dirikita sedang di serang syaitan dengan senjata model/type apa ?!

    ReplyDelete
  28. setuju banget dg komentar yg itu.. lagian bkn urusan kita aa gym mo kawin lg kek, mo disunat lg kek, peduli amat.. kebanyakan nonton infotainment tuh org2... jd kebiasaan ngomentarin org laen...gak ada org yg sempurna, tengok dulu deh diri sendiri sebelum ngomentarin org laen.. blm tentu jg kalian lbh baek dr aa gym koq..

    ReplyDelete
  29. Tinggi rendahnya Libido teh tergantung apa yang dimakannya. Barang yang haram adalah jika dimakan barang itu tidak ada manfaatnya dan gak bagus buat tubuh kita.... makanya jagalah makananmu! Tah kitu..... terus naon hubungana jeung si A'a?? Ah... teuing, kalobaan dahar tongseng jeung sate kambing sugan... komo kabeukina Torpedo.... jadi si libido teh teu ka kontrol... ujung2nya berlindung dibali sunnah rosul segala...

    Ahhhh A, sok coba pilarian alasan nu lain.. eta mah geus basi. Sok eta coba ibuna Kiki Fatmala, lebih tua, kehilangan pegangan, teraniaya... mau gak??? Atau lebih milih janda janda lainnya.. sok we lah, eta mah kumaha manuk dadali akang bae. Cuman pesen saya, jangan si Mulan Jamila yah.. soalna Jamila teh kepanjangan ti Janda Milik Ahmad Dani.. kitu tah!

    ReplyDelete
  30. Ai siah ! Naha urang disangkut pautkeun ka masalah si Aa ? Sing Balek atuh beul !

    ReplyDelete
  31. buat anonymous....gw rasa lo tipe manusia cabul ya...

    buktinya lo punys slogan yang pnting nafsu duniswi terpenuhi...

    wah mirip binatang bngt ya lo...cuih...!!!!

    ReplyDelete
  32. siapa bilang beristri lebih dari 1 gak boleh ?...4 juga boleh.
    tapi kan harus adil, artinya, kalo malam senin kita lagi senang-senang
    sama istri pertama dirumah istri pertama, maka, malam senin itu juga
    (pada waktu yang bersamaan) kita juga harus bisa senang-senang
    dengan istri kedua dirumah istri yang kedua,kan gitu mustinya,,
    itu baru adil, tapi apakah kita yang manusia biasa ini bisa berbuat
    demikian ???????? gak bisa kan,,,hanya rasul yang bisa demikian,,,
    jadi kesimpulannya...CUKUP 1 ISTRI, HEHEHEHEHEH, a...a...,
    dakwahkanlah dirimu sebelum berdakwah kepada orang lain,,,

    ReplyDelete
  33. Iya nih, mana panggilan ceramah seret lagi, sekarang omset turun...dulu sekali pangigil bisa 10 -15 juta, buat sejam ...eh sekarang 4 juta aja udah syukur....tapi ya ga pa-pa lah, resiko bini montok...

    ReplyDelete
    Replies
    1. NGAWUR.. SOK TAHU..

      Delete
  34. alah.....gak ngoros...... ngoros awk dewe ae ndas ngelu..... bah poligami, poligama, bah poliklinik gak ngoros.....

    ReplyDelete

Thank you for nice commenting !

Recent Comments

Indonesian Actress Extravaganza

Categories

Artis Film (446) Bintang Mesum (283) Hardcore (280) Model (272) penyanyi (257) Video (143) MC (107) MILF (73) Tokoh (61) iklan (12) Redaksi (5) Forum (1)

Masih kurang Hot ?

Loading

hasil

Social Icons

Total Pageviews